Rencana Bangun Kios Sayur P2L di Depan Kantor DPRD Kota Madiun ” Sudahkah melalui kajian yang Matang ? “
Pasifiknews.com_Madiun.Plt Walikota Madiun F Bagus Panuntun yang berencana membangun Kios Sayur untuk P2L ( Program Pekarangan Pangan Lestari ) di depan Kantor DPRD kota Madiun, mendapat Respon sejumlah pihak yang dikhawatirkan kedepan berpotensi muncul Permasalahan baru, terutama dampak yang bakal dialami oleh pedagang ( khususnya pedagang sayur yang sudah ada disejumlah pasar dan lapak sekarang ini ) terkait potensi Menurunnya omzet penjualan.
Salah satu Pemerhati Daerah yakni Direktur Lembaga Masyarakat Transparansi Madiun ( MTM ) Kokok Heru Purwoko,SH,MH memberikan Statemen kepada Pasifiknews.com dalam sesi wawancara,menanggapi rencana pembangunan kios sayur untuk P2L tersebut ;
” Menurut saya apakah sebaiknya tidak dikaji ulang atau dipertimbangkan kembali terkait rencana Pembangunan Kios sayur yang diperuntukkan bagi P2L di depan kantor DPRD kota Madiun tersebut. Saya khawatir dampak atau efek dari dibangunnya Kios baru untuk berjualan sayur tersebut bakal dirasakan oleh para pedagang yang saat ini sudah ada di pasar pasar dan lapak pribadi di kota Madiun. Potensi dimungkinkannya bakal terjadi merosotnya omzet penjualan para pedagang sayur yang saat ini sudah ada, apakah sudah dipikirkan ? Apakah jika muncul keluhan keluhan dari para pedagang karena omzetnya menurun akibat Terdampak oleh adanya Pasar sayur yang baru, Pemkot Madiun sudah memperhitungkan ? “, Kata Kokok Heru Purwoko atau yang lebih akrab dipanggil Kokok HP menjawab pertanyaan Jurnalis Pasifiknews.com.
Menurut Kokok HP, lebih baik arahnya produk Sayur mayur dari P2 L tersebut direncanakan nantinya dapat Mensuplay kebutuhan bahan bahan bagi Dapur SPPG MBG , menurutnya Lebih efisien dan praktis jika pihak Pemkot Madiun langsung memfasilitasi saja Komunikasi dan Koordinasi serta membantu Pemenuhan Ketentuan standarisasi Sayur sesuai yang dibutuhkan oleh SPPG MBG.
Masih menurut Kokok HP, Disisi lain sebagai dukungan riil kepada kelompok P2L agar dapat bekerja sama dengan SPPG MBG, Pemkot Madiun dapat memberikan Pembinaan kepada kelompok P2L agar dapat Memenuhi Standardisasi kebutuhan sayur sesuai yang dibutuhkan oleh SPPG.
Bisa juga Pemkot membantu memfasilitasi pemasarannya P2L sebagai pemasok langsung kepada pedagang sayur yang sudah ada.
Menutup wawancara dengan Pasifiknews.com, Kokok HP juga menyampaikan Solusi usulan kepada Pemkot Madiun, alternatif lain Menurutnya adalah Memberdayakan dan Membina langsung kepada para pedagang sayur yang saat ini sudah ada dipasar pasar di Kota Madiun, agar dapat Meningkatkan kwalitas Sayur dagangannya, sehingga mutunya menjadi lebih baik dan berpotensi juga dapat bekerja sama dengan SPPG MBG, disamping dijual kepada masyarakat langsung.(Jhon).










