Memilih Calon Walikota Yang Visi Misinya Tidak ‘Abu Abu ‘
Pasifiknews.com _ Madiun. Momen Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) lima tahunan sekali, pada hakekatnya merupakan bargaining konsekwensi dari sebuah komitmen antara pemilih ( warga masyarakat )dan yang dipilih ( Calon Walikota dan Calon Wakil walikota ) terkait konsekwensi riil untuk keberlangsungan pembangunan di segala bidang yang berorientasi kepada sebesar besarnya untuk kepentingan masyarakat kedepan. Momen Pilkada adalah saat yang paling tepat bagi warga masyarakat untuk mencermati Visi Misi Sang Calon secara riil ( bukan retorika atau euforia semu ) . Komitmen Sang Calon untuk lima tahun kedepan dalam memimpin warga masyarakat seperti apa, adalah selayaknya disampaikan kepada Publik. Masyarakat memiliki Hak Konstitusional untuk mengetahui komitmen Visi dan Misi sang Calon serta memilih calon Pemimpinnya sesuai harapan masyarakat. Komitmen di semua aspek seperti penguatan Ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, peningkatan SDM, penciptaan lapangan kerja, keagamaan, sosial dan pembangunan infrastruktur yang merata serta dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat serta program lain-lainnya.
Pemerhati Publik dari Jaringan Informasi Madiun ( JIMAD ) yakni Kang Jhon menyampaikan pendapatnya terkait Moment Pilkada Kota Madiun 2024 yang bakal digelar pada bulan Nopember mendatang. Menurutnya bahwa pemilik kedaulatan untuk memilih Calon Kepala Daerah adalah mutlak hak konstitusional warga masyarakat setempat. Sementara sang Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota akan diusung dan diberangkatkan melalui Partai Politik ( Koalisi Partai Politik ) atau Jalur Perseorangan ( bila memungkinkan ). Masih menurut Kang Jhon bahwa Logika riil dari sebuah kontestasi politik seperti itu tentu diperlukan komunikasi dan sinkronisasi yang harmonis antara warga masyarakat, Partai Politik dan Calon itu sendiri.Jika hal tersebut terabaikan, bukan tidak mungkin nantinya akan terjadi ketidakseimbangan yang berdampak menjadi terganggunya pelaksanaan program dari Visi Misi sang Calon Walikota dan Calon Wakil walikota yang terpilih nantinya.
” Niat dan Semangat mengimplentasikan visi dan misi dari seorang Calon Walikota dan Calon Walikota untuk membangun semua aspek yang diharapkan dan diimpikan oleh sebagian besar masyarakat disemua level dan golongan, jangan hanya retorika dan isapan jempol belaka, sebab tantangan kedepan makin kompleks dan perlu kesungguhan dan keseriusan calon Pemimpin Daerah Kota Madiun kedepan “, Kata Kang Jhon mewakili posisinya sebagai putra daerah Kota Madiun. Dikatakan lebih lanjut oleh Kang Jhon bahwa terlepas dari seberapa ‘ mahal ‘ kursi pejabat publik ( Walikota dan Wakil Walikota ) tersebut diperoleh ( Chost Politik ), secara moral bukanlah sebuah alasan untuk mengkhianati ‘ janji yang telah tertuang dalam visi misinya ketika nanti terpilih dan menjadi Pemimpin Daerah yang amanah.
” Sosok walikota Madiun yang amanah , tidak korup atau KKN dan senantiasa mau mendengarkan aspirasi warga masyarakat serta tidak anti kritik atau merasa paling pinter adalah sebagian dari sejumlah syarat dan kriteria seorang Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Madiun versi Publik ” , Kata Kang Jhon sembari berkelakar santai. Menurutnya apapun yang dikehendaki Publik yang semata mata demi kepentingan publik, bukanlah sesuatu yang tabu dan remeh. Proses gelaran Pilkada Kota Madiun 2024 ini diharapkan bisa berjalan dengan baik dengan tetap mengedepankan semua regulasi konstitusional yang ada meski ada pilihan berbeda. Mengakhiri statemennya, Jaringan Informasi Madiun ( JIMAD ) berharap Pilkada Kota Madiun 2024 nanti bisa mencerahkan dan mengedukasi publik akan pentingnya proses Demokrasi yang sehat, berkwalitas dan beradab menuju cita cita seluruh warga masyarakat Kota Madiun yang makmur, sejahtera, adil dan merata serta beradab. ( Pimred ).







