Pasifik News
Beranda Nasional Sewa Lapak Di Pasar Seni & Kuliner Ngrowo Bening Diduga Terlampau Mahal

Sewa Lapak Di Pasar Seni & Kuliner Ngrowo Bening Diduga Terlampau Mahal

Pasifiknews.com_Madiun.Berbagai program dan kebijakan Pemerintah Daerah Kota Madiun yang terkesan tidak pro rakyat terus disorot oleh sejumlah elemen masyarakat.Salah satunya adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro ( UMKM ). Sejauh mana dasar analisis yang kompeten dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat sektor UMKM tersebut dilakukan oleh Dinas Terkait Pemerintah Kota Madiun sebelum program tersebut dilaksanakan ? Jangan jangan malah tidak ada analisis dan kajian yang kompeten sebelumnya atau jangan jangan program tersebut dilakukan dengan asal asalan saja tanpa mempertimbangkan sisi untung rugi khususnya bagi pedagang yang berjualan didalamnya area tersebut.
LSM Garis Pakem Mandiri Madiun menyoroti sekaligus mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Madiun dalam mengimplementasikan program dan kebijakan khususnya terkait program pemberdayaan UMKM. Salah satunya adalah keberadaan Pasar Seni dan Kuliner yang berada di area Ngrowo Bening kota Madiun. Manajemen pengelolaan pasar seni dan kuliner di Ngrowo Bening tersebut dinilai melenceng dari tujuan pokok Pemberdayaan UMKM yang ada di kota Madiun.
” Beberapa pedagang yang ada di pasar seni dan kuliner di Ngrowo Bening mengadu sekaligus mengeluh ke kami. Sewa lapak senilai 50 ribu sehari ditambah uang kebersihan senilai 12 ribu lima ratus rupiah sehari sungguh sangat memberatkan penyewa lapak.Jika tujuan utama adalah pemberdayaan usaha ekonomi warga masyarakat kelas bawah atau yang akrab disebut UMKM, lalu sungguh sangat ironi dan sangat disayangkan bila harga sewa lapaknya saja sudah sangat mahal. Bagaimana pendapatan mereka bisa meningkat dan sejahtera jikalau Pemerintah Kota Madiun sendiri tidak serius dan komit memberdayakan warga masyarakatnya yang memilih usaha skala menengah kecil dan mikro “, Kata Ketua Umum LSM Garis Pakem Mandiri Madiun Rohman Sahebuddin atau yang akrab dipanggil Udin Pakem kepada media ini.
Lebih lanjut dikatakan oleh Udin Pakem sisi lain yang dipertanyakan adalah terkait retribusi sewa lapak senilai 50 ribu sehari dan uang kebersihan senilai 12 ribu lima ratus rupiah per hari yang diduga kurang jelas peruntukannya. Menurutnya ditengarai ada modus keuntungan pribadi oleh oknum dengan menggunakan kesempatan ditengah kesulitan para penyewa lapak yang sekaligus berdagang di Pasar Seni dan Kuliner di Ngrowo Bening.Apalagi kebanyakan para penyewa lapak yang berdagang diarea tersebut rata rata tergolong warga dengan status ekonomi lemah dengan modal yang juga pas pasan.Ditambah lagi jika ditekankan berjualan dengan harga murah terjangkau dengan menu tradisional sementara rasio keuntungan nya sangat kecil.
Udin Pakem berharap ada evaluasi dan perubahan manajemen pengelolaan Pasar Seni dan Kuliner di Ngrowo Bening yang benar benar berorientasi pada Pemberdayaan Usahawan UMKM agar kesejahteraannya bisa meningkat dan pendapatan perkapitanya juga bisa meningkat.Pemerintah Daerah jangan hanya berorientasi pada profit oriented saja dengan hanya berdalih meningkatkan PAD kota Madiun.Tingkatkan dulu pendapatan perkapita para Usahawan UMKM agar bisa sejahtera baru sesuaikan dengan regulasi menuju peningkatan PAD.Jika niat awalnya adalah program pemberdayaan UMKM ya harus konsisten untuk benar benar pemberdayaan, bukan justru memperalat usahawan kecil / UMKM menjadi tidak bisa berdaya dan tidak bisa sejahtera.
Sementara itu Kepala PDAM Kota Madiun Suyoto yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa PDAM kota Madiun hanya menyewakan lahan di Ngrowo Bening ke Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia ( KKI ) Cabang Madiun.
” Untuk pengelolaan Pasar Seni & Kuliner di Ngrowo Bening  sepenuhnya oleh KKI ( Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia ) Cabang Madiun. KKI menyewa lahan dan nembangun Lapak, shg terkait dg pengelolaan Pasar Seni dan Kuliner Ngrowo Bening sepenuhnya menjadi wewenang KKI ” , Kata Kepala PDAM Kota Madiun Suyoto yang dikonfirmasi melalui Pesan Whatsapp kepada media ini.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh tanggapan dari pihak KKI.(Jhon).
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan