” Potret Dilematis ” Relokasi PKL Alun-Alun Madiun Tuai Kritik, Pedagang Nilai Lokasi Baru Kurang Strategis
Pasifiknews.com_ Madiun. Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Madiun ke area parkir baru di sisi selatan menuai kritik dari para pedagang. Lokasi yang disiapkan dinilai kurang strategis dan tidak memadai untuk menampung seluruh pedagang.
Sejumlah PKL mengaku khawatir relokasi tersebut justru berdampak pada penurunan omzet, mengingat lokasi baru dianggap tidak memiliki tingkat keramaian yang sama dengan kawasan Alun-Alun.
Salah satu pedagang, Dawud, yang telah berjualan selama kurang lebih 25 tahun, menilai kebijakan relokasi seharusnya dilakukan dengan melibatkan para pedagang sejak awal.
“Seharusnya kami dilibatkan dan didengarkan. Kami ini mencari nafkah dari berjualan, kalau tempatnya tidak strategis tentu sangat berpengaruh pada pemasukan,” ujarnya.
Menurut Dawud, selain persoalan lokasi, kapasitas tempat relokasi juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Ia menilai area parkir di sisi selatan berpotensi tidak cukup luas jika seluruh PKL dipusatkan di satu titik.
Kondisi tersebut diperparah dengan situasi ekonomi yang sedang tidak stabil. Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kata dia, turut berdampak pada daya beli masyarakat dan berimbas langsung pada pendapatan pedagang.
“Sekarang saja omzet sudah menurun, apalagi kalau dipindah ke tempat yang sepi,” tambahnya.
Rencana relokasi ini mengacu pada surat bernomor 510/91/401.107/2026 perihal pemberitahuan yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara PKL Alun-Alun dengan Dinas Perdagangan Kota Madiun pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Menanggapi rencana tersebut, para pedagang mengajukan permohonan audiensi kepada pemerintah daerah. Audiensi tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi terbaik terkait relokasi yang direncanakan.
Para PKL berharap pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek penataan kota, tetapi juga keberlangsungan usaha para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan Alun-Alun.(Pam.Jhn).













