Puluhan Pemulung di TPA Winongo Kota Madiun Mengadu & Datangi Rumah Anggota Dewan Usman Ependi
Pasifiknews.com_Madiun.Puluhan orang yang kesehariannya bekerja sebagai Pemulung di TPA Winongo Kota Madiun mendatangi rumah seorang anggota DPRD Kota Madiun dari Fraksi PDIP yakni Usman Ependi. Mereka para pemulung datang untuk Mengadukan kegelisahan hatinya terkait kekawatiran mereka bakal kehilangan mata pencaharian sebagai pemulung di TPA Winongo Kota Madiun.

Seperti diketahui bahwa saat ini Tempat Pembuangan Sampah Akhir atau TPA Winongo sedang dalam pembangunan Tempat Destinasi Wisata yang bakal merubah tempat pembuangan sampah tersebut menjadi Destinasi Wisata di kota Madiun.
” Saya dan teman teman pemulung mengeluhkan tingkat pendapatan kami yang berkurang drastis akibat pembangunan TPA menjadi tempat wisata. Sampah yang diangkut truk saat ini datangnya tengah malam dan penghasilan kami berkurang drastis. Sampai saat ini kami belum pernah diajak bicara sama Pemerintah, bagaimana nanti nasib kami setelah tidak bisa Memungut sampah di TPA lagi. Jumlah kami sebagai pemulung sekitar 50 orang yang mayoritas bertempat tinggal disekitar TPA “, Kata Supri selaku koordinator para pemulung saat diwawancarai oleh sejumlah media usai menyampaikan Pengaduan ke Usman Ependi selaku salah satu anggota DPRD Kota Madiun yang rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal para pemulung.
” Saya barusan didatangi teman teman pemulung yang Mengadukan keresahan terkait mata pencaharian sebagai pemulung yang terancam hilang dengan adanya Pembangunan Destinasi Wisata di TPA Winongo. Aduan mereka saya tampung dan nanti akan saya teruskan dengan Bersurat ke Pimpinan DPRD Kota Madiun dan Komisi 3 yang membidangi terkait lingkungan hidup. Ini tadi teman teman dari Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara atau LPKAN juga datang memberikan Advokasi “, Kata Usman Ependi kepada Media usai berdialog dengan puluhan pemulung dirumahnya.
” Kami dari LPKAN ikut Mengadvokasi dan memberikan pemikiran pemikiran terkait pengaduan keluhan dari Para pemulung yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya dari memulung sampah di TPA Winongo yang kawatir kehilangan mata pencaharian akibat Pembangunan Destinasi Wisata di TPA Winongo. Kami akan membantu memberikan pendampingan untuk terus memperjuangkan nasib mereka dengan menyampaikan kepada Pihak atau Dinas dan DPRD Kota Madiun “, Kata Ketua LPKAN Kota Madiun Agus Hendarto, atau yang kesehariannya akrab dipanggil Topan kepada sejumlah Media.
Seperti apa progres Pengaduan dari para pemulung tersebut nantinya, tentunya Terutama DPRD Kota Madiun diharapkan dapat memperjuangkan nasib mereka hingga sampai ke Pemkot Madiun untuk didapatkan Perhatian dari Walikota atau eksekutif. (Jhon).












