Demi Keselamatan,Warga & Polisi Hentikan Truk Dump Overload Yang Akan Melintas Jalan Cempaka Maospati Magetan
Pasifiknews.com_Magetan. Jalan Cempaka di Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, kembali menjadi sorotan. Perwakilan warga secara spontan menghentikan truk dump bermuatan berat yang hendak melintas di ruas jalan tersebut, Selasa Sore (17/2/2026), dengan didampingi aparat kepolisian dari Satlantas Polres Magetan.

Aksi ini dilakukan di tengah kekhawatiran warga terhadap kondisi jalan yang dinilai rusak parah, berlubang, serta kerap tergenang air. Meski beberapa titik telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Magetan pasca pemberitaan sebelumnya, titik kerusakan di sepanjang lokasi tersebut masih banyak dan sering memicu kecelakaan, terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun.
“Warga bersama aparat kepolisian dari Satlantas Polres Magetan menghentikan truk dump yang akan melintas. Ini untuk mencegah kerusakan jalan bertambah dan menjaga keselamatan pengendara,” ujar Prasetiyo, salah satu warga yang terlibat langsung di lokasi.
Selain upaya pengamanan jalan, aksi ini sekaligus membuka fakta adanya miskomunikasi terkait rencana pelebaran Jalan Cempaka. Sebelumnya sempat muncul persepsi bahwa warga menolak pelebaran jalan. Namun, mayoritas warga justru menyatakan persetujuan, dengan catatan seluruh proses dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Warga setuju dilebarkan sesuai aturan undang-undang yang berlaku,” tegas Prasetiyo.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan utama bukanlah penolakan pembangunan, melainkan tuntutan atas kepastian prosedur, transparansi, serta kompensasi yang adil bagi warga terdampak.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah mengimbau para sopir truk dump agar tidak lagi menggunakan Jalan Cempaka sebagai jalur lintasan. Jalur tersebut masih kerap dipilih karena dianggap lebih dekat, meski tidak memadai untuk kendaraan bertonase berat. Warga juga menyoroti belum adanya rambu larangan kendaraan berat di ruas jalan tersebut.
Kasatlantas Polres Magetan melalui KBO Satlantas, Ipda Rheno Setia Budi, saat dihubungi melalui sambungan telepon, menyampaikan bahwa kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani situasi di lapangan.
“Kami mengimbau kepada pengemudi truk dump agar sementara waktu tidak melintasi Jalan Cempaka. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, dan kami minta semua pihak mematuhi arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Persoalan Jalan Cempaka sendiri bukan hal baru. Sejak kerusakan mulai muncul, warga telah melakukan berbagai aksi, mulai dari unjuk rasa pada 2017 dan 2025, hingga menanam pohon pisang di titik-titik berlubang sebagai bentuk peringatan bagi pengguna jalan. Namun hingga kini, solusi menyeluruh dari pemerintah daerah dinilai belum sepenuhnya terealisasi.
Sekretaris Desa Tanjungsepreh, Febri, menyebut persoalan Jalan Cempaka telah berulang kali dibahas dalam Musrenbang tingkat kecamatan. Pemerintah desa, kata dia, terus berupaya menjembatani kepentingan warga dengan pihak-pihak terkait agar solusi konkret segera terwujud.
“Kalau belum ada perubahan dan kejelasan, warga siap membawa persoalan ini ke DPRD agar dibahas secara terbuka dan ada solusi yang adil,” tambah Prasetiyo.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, membenarkan bahwa kerusakan jalan dipengaruhi oleh persoalan drainase yang tidak lancar sehingga menyebabkan genangan air dan aktivitas truk bermuatan berlebih atau overload (ODOL).
“Kerusakan jalan sebagian besar akibat saluran yang tersumbat dan truk overload yang melintas. Tim UPTD saat ini membenahi saluran terlebih dahulu, kemudian dilakukan penambalan. Penambalan sebagian sudah dilakukan, dan akan dilanjutkan besok,” jelasnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa Jalan Cempaka bukan sekadar persoalan infrastruktur. Tumpang tindih kepentingan, miskomunikasi, serta lemahnya pengawasan menjadikan jalan ini sebagai titik rawan keselamatan sekaligus ujian bagi pemerintah daerah dalam menegakkan aturan, melibatkan warga, dan menindak tegas truk overload secara konsisten.(Pam.Jhn).
















