Pasifik News
Beranda Daerah Seni Budaya ; Satu Kawasan Menggeliat,Destinasi Lain Tertahan ” Konsistensi Kebijakan Wisata Kota Madiun Diuji Pasca OTT

Seni Budaya ; Satu Kawasan Menggeliat,Destinasi Lain Tertahan ” Konsistensi Kebijakan Wisata Kota Madiun Diuji Pasca OTT

Pasifiknews.com_ Madiun.Di tengah geliat satu kawasan yang kembali hidup melalui agenda budaya dan wisata, sejumlah destinasi lain di Kota Madiun justru masih tertahan tanpa aktivitas berarti. Kontras ini mengemuka pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Wali Kota Madiun sebelumnya, sekaligus menjadi ujian nyata konsistensi kebijakan Pemerintah Kota dalam mewujudkan pemerataan dan keberlanjutan destinasi wisata.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, ditemui usai membuka perayaan Imlek di Jalan Barito, Sabtu (14/2/2026) sore, menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan, melainkan bagian dari kebudayaan yang menyatukan keberagaman. Menurutnya, rencana revitalisasi kawasan Barito diarahkan tidak hanya pada tampilan fisik bernuansa Tionghoa, tetapi juga menghidupkan aktivitas warga yang selama ini dikenal dengan jajanan kuliner.

 

“Imlek ini tradisi yang selalu dilaksanakan di Barito. Ke depan, kawasan ini tidak hanya budaya, tapi aktivitas warganya juga menjadi destinasi wisata,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan pariwisata Kota Madiun yang ingin bergeser dari ketergantungan pada satu titik keramaian menuju pemerataan destinasi hingga tingkat kelurahan. Pemerintah menargetkan tahun 2026 sebagai fase membangun pondasi wisata, sementara 2027 diproyeksikan sebagai tahap penguatan aktivitas.

Bagus juga menyebut bahwa arah kunjungan wisata kini dinilai lebih jelas dibandingkan sebelumnya.

 

“Selama kita yakin insyaallah semuanya akan jelas. Madiun sekarang ini sudah jelas kunjungan wisatanya. Kalau dulu kunjungan wisatanya enggak jelas, sekarang kunjungan wisatanya jelas, tinggal kita nanti mengarahkan tidak hanya di PSC tapi di beberapa tempat opsi lain,” katanya.

 

Namun di lapangan, klaim arah kunjungan yang disebut sudah jelas itu berhadapan langsung dengan kondisi sejumlah destinasi yang lebih dulu dibangun, tetapi belum menunjukkan denyut wisata yang konsisten. TPA Winongo, yang digadang sebagai wisata edukasi lingkungan, hingga kini belum memiliki pola aktivitas berkelanjutan. Hal serupa juga terjadi pada Mini Zoo di Edupark Ngrowo Bening, yang fasilitas dasarnya telah tersedia namun belum diikuti arus kunjungan signifikan.

 

Kawasan kuliner Bogowonto dengan ikon kereta api, yang sebelumnya diharapkan menjadi magnet wisata baru, juga menghadapi persoalan serupa. Aktivitas di kawasan tersebut masih terlihat lengang dan belum berkembang sesuai konsep awal yang direncanakan.

Situasi ini menempatkan Pemerintah Kota Madiun pada tantangan lanjutan pasca OTT, bukan hanya melahirkan gagasan dan destinasi baru, tetapi memastikan keberlanjutan program yang telah dirintis. Sejumlah kebijakan pariwisata yang berjalan sebelum OTT tampak belum sepenuhnya bergerak optimal, memunculkan pertanyaan tentang kesinambungan pengelolaan dan pengawasan.

 

Di tengah kondisi tersebut, geliat kawasan Barito melalui perayaan Imlek dan wacana pengembangan kawasan Pecinan tampil sebagai contoh destinasi yang hidup karena aktivitas sosial dan keterlibatan warga. Kontras ini menegaskan bahwa pembangunan wisata tidak cukup berhenti pada peresmian fisik, melainkan membutuhkan pengelolaan, narasi, serta kesinambungan kegiatan.

Mantan anggota legislatif itu pun menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun pariwisata. Pelibatan masyarakat, komunitas, hingga unsur TNI-Polri disebut menjadi kunci agar destinasi benar-benar hidup dan berkelanjutan.

 

Pernyataan tersebut kini menjadi penanda sekaligus tantangan, apakah semangat pemerataan wisata yang digaungkan dari satu kawasan yang menggeliat mampu menjalar ke destinasi lain yang selama ini stagnan, atau justru kembali menyisakan daftar panjang kawasan wisata yang dibangun tetapi belum berfungsi optimal.(Pam.Jhn).

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan