Pasifik News
Beranda Nasional Cermati Politik Kapitalis Idealnya Bukan Tabur Uang Sebagai Jalan Pintas

Cermati Politik Kapitalis Idealnya Bukan Tabur Uang Sebagai Jalan Pintas

Pasifiknews.com_Madiun.Kondisi pendapatan perkapita penduduk yang stagnan dengan arus kebutuhan hidup yang dinamis dan cenderung mahal, dinilai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi upaya publik membangun demokrasi yang sehat dan berkwalitas. Sinyal munculnya fenomena politik Kapitalis yang menggunakan cara jalan pintas menabur uang karena ambisi menang, berpotensi bakal rusaknya demokrasi di negeri ini.Menjadi sebuah pertaruhan bagi publik jika ingin melahirkan Pemimpin yang berintegritas, amanah dan bermartabat sesuai harapan masyarakat .Akankah sinyal potensi munculnya politik kapitalis yang bertolak belakang dengan harapan masyarakat ini ‘ Ter-biarkan ‘ tumbuh terus diruang Demokrasi ?
Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Politik Kokok Heru Purwoko, SH, MH berkaitan dengan pelaksanaan proses Demokrasi Lima Tahunan Pilkada Kota Madiun 2024 Nopember mendatang. Menurutnya jangan sampai Politik Kapitalis yang berorientasi kepada politik ” dagang sapi ” terjadi di Kota Madiun.
” Menurut saya kemungkinan terjadinya politik kapitalis yang hanya berorientasi pada politik ‘ Dagang Sapi ‘ yang jikalau menang hanya akan digunakan sebagai alat etung etungan untuk mengembalikan cost politik yang telah dikeluarkan selama proses pencalonan, ketimbang komitmen membangun untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat kedepan penting untuk dicermati dan menjadi pertimbangan yang rasional sebelum warga masyarakat menentukan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Madiun yang dipilih di Pilkada nanti “, Kata Pengamat Politik yang juga Direktur Masyarakat Transparansi Madiun atau MTM Kokok HP kepada media ini.
Dikatakan lebih lanjut oleh mantan Ketua Bawaslu Kota Madiun ini bahwa dari tiga bakal pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Madiun saat ini masih menunggu Penetapan resmi sebagai Pasangan Calon peserta Pilkada 2024 oleh KPUD kota Madiun.Setelah ada Penetapan oleh KPUD yang menurut jadwal tahapan Pilkada akan dilaksanakan pada 22 September ini, dinamika politiknya masih sangat dinamis dan kalkulasi peta kekuatan dari ketiga bakal pasangan calon masih terus berkembang.Dari tiga bakal pasangan calon yakni Maidi – Bagus Panuntun, Bonnie Laksamana – Bagus Rizki Dinarwan dan Inda Raya – Aldi yang telah mendaftar ke KPUD Kota Madiun diprediksi baru akan tancap gas setelah ada Penetapan resmi dari KPUD Kota Madiun sebagai Calon peserta Pemilukada 2024.
Masih menurut Pengamat Politik Kokok HP bahwa kondisi masyarakat saat ini sudah makin dewasa dan cermat berpolitik, yang tentunya semakin bijak dan pandai mengerucutkan pilihannya kepada Calon Walikota dan Calon wakil walikota Madiun 2025 – 2030 sebagai Pemimpinnya.Seberapa kuat dan riil para Calon bisa meyakinkan warga masyarakat kota Madiun sebagai calon pemilih, banyak faktor yang menjadi pertimbangan calon pemilih sebelum mencoblos di bilik suara nantinya. Indikator dan tolok ukur pemilih dalam menentukan calon Walikota Madiun dan calon wakil Walikota Madiun di Pilkada 2024 diprediksi semakin berkwalitas dan obyektif serta rasional.Tandas Kokok HP mengakhiri wawancara dengan media ini.( Jhon ).
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan