Pasifik News
Beranda Nasional Demi Sang Anak Yang ‘ Dituduh ‘ Mencuri Ibu Ini Terus Mencari Camat

Demi Sang Anak Yang ‘ Dituduh ‘ Mencuri Ibu Ini Terus Mencari Camat

Pasifiknews.Com _ Madiun. Seorang ibu yang karena harus terbebani dengan masalah si anak, nekat terus mencari dan ingin menemui seorang Camat untuk memperoleh kebenaran. Adalah seorang ibu yang bernama Bu Baini , warga Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun . Dalam pekan terakhir ini sang Ibu sedang gundah gulana, mengeluh tidak nyaman hatinya gegara memikirkan anaknya yang bernama Eko ‘ dituduh ‘ mencuri peralatan Amplifier dan menurut Sang Ibu anaknya tidak mencuri. Amplifier ( peralatan elektronik sound sistem ) yang hilang adalah barang milik Kantor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Media ini sudah dua kali ikut ibu Baini untuk bertemu dengan Camat Manguharjo namun belum bisa ketemu, karena Camat sedang ada acara di Balaikota dan kantor Dewan, seperti yang disampaikan oleh Stafnya.
Kembali media ini pada Rabu, 13 Maret 2024 ikut Ibu Baini yang didampingi oleh seorang Paralegal dari Kantor Hukum Adi Dewantoro,yang biasa dipanggil Topan mendatangi kantor kecamatan Manguharjo kota Madiun. Namun karena Camat tidak ada di kantor, lalu ibu Baini dan Paralegal tersebut ditemui oleh Sekcam diruangannya. Dalam pertemuan tersebut Sekcam mengatakan banyak hal dimana menurutnya sebenarnya dia adalah pejabat baru di Kantor Kecamatan Manguharjo yang sebenarnya belum mengetahui peristiwa hilang nya Amplifier yang dimaksud dan siapa sesungguhnya yang mencuri atau menghilangkan. Sekcam mengatakan mendapat tugas dari Camat untuk menemui Eko yang merupakan tenaga upahan di Kantor Kecamatan Manguharjo.
” Saya mendapat tugas dari bu Camat untuk datang kerumahnya Eko yang dua kali piket ini kok tidak masuk kenapa, dan saya hubungi lewat WA tidak bisa ” , Kata Sekcam kepada Ibu Baini dan Topan diruangannya. Dijawab oleh Ibu Baini bahwa saat ini anaknya (Eko) sedang sakit.
Sekcam kembali mengatakan dan menjelaskan bahwa dia meminta supaya Eko masuk kerja seperti biasa saja. Menurutnya kalau terkait dengan hilangnya Amplifier tersebut, akan terus diupayakan mencari karena itu adalah barang milik kantor yang harus dipertanggung jawabkan laporannya ke Badan Pengelola Aset Daerah.
Kepada media ini Ibu Baini menceritakan dan mengeluh hatinya tidak nyaman terkait ‘ tuduhan ‘ terhadap anaknya telah mencuri Amplifier, padahal menurutnya ketika dirinya menanyakan kepada Eko atas tuduhan mencuri tersebut, Eko mengatakan tidak mencuri. Yang juga menurut Ibu Baini kian merasa takut, beberapa waktu yang lalu dia didatangi oleh 2 orang yang diduga oknum polisi mendatangi rumahnya. Menurut Ibu Baini bahwa dua orang yang diduga polisi tersebut bermaksud menanyakan kepada Eko, dimana sebenarnya keberadaan Amplifier yang hilang tersebut. Menurut Ibu Baini hal inilah yang menjadikan dirinya kurang bisa menerima karena seakan akan anaknya terus dipojokkan bahkan terkesan Eko lah terduga pencuri nya. Ibu Baini menyatakan kepada media ini akan terus berusaha menemui Camat guna mengklarifikasi masalah tersebut. Ibu Baini juga akan mengklarifikasi terkait informasi jika Amplifier tersebut tidak diketemukan, anaknya (Eko) akan diberhentikan dari statusnya sebagai Tenaga Upahan di kantor Kecamatan Manguharjo.
Sementara itu menurut Topan ( Paralegal ) yang ikut mendampingi Ibu Baini mengatakan ikut prihatin dan menyayangkan jika diduga hal tersebut diwarnai oleh intimidasi dan tuduhan terhadap Eko tanpa disertai bukti bukti yang mendukung. ” Daripada menuduh tanpa didukung bukti bukti yang mendukung atau bahkan mengintimidasi dan memojokkan seolah olah olah si Eko pencurinya, ya lebih baik laporan resmi saja ke pihak berwajib “, Kata Topan kepada media ini. Hal lain yang dipertanyakan oleh Topan, adalah adanya dua orang oknum polisi yang diduga mendatangi rumah orang tua Eko yang tidak disertai surat tugas resmi terkait perkara hilangnya Amplifier milik Kecamatan Manguharjo tersebut . Menurutnya hal tersebut bisa berakibat terganggunya psikologis seseorang sehingga jadi menimbulkan rasa takut, tidak nyaman dan was was. Maklum jika hal itu  terjadi mengingat Ibu Baini awam hukum dan warga biasa, yang oleh karenanya menurut Topan dari sisi sosial dan hukum penting untuk didampingi guna memperoleh kebenaran yang riil.
Setelah dua kali media ini datang ke kantor Kecamatan Manguharjo tidak bertemu dengan Camat Manguharjo, hingga kini belum diperoleh konfirmasi terkait hal tersebut dari Camat Manguharjo. ( Jhon ).
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan