Memotret Cerita Dilematis Para Pengemudi Grab Online Paguyuban Anasta Madiun Di Stasiun KA Madiun
Pasifiknews.com_Madiun.Keberadaan dan kondisi dilematis para pengemudi Grab Online yang ada di area Stasiun Kereta Api Madiun yang tergabung dalam Paguyuban Anasta Madiun menarik Pasifiknews.com untuk dicermati dan dikupas seputar rona rona keseharian mereka dalam memberikan Layanan kepada penumpang yang akan melanjutkan perjalanannya setelah turun dari Kereta api di Stasiun Madiun.

Ada beberapa cerita menarik yang mereka sampaikan kepada Pasifiknews.com dalam sesi wawancara khusus di pos mangkal mereka didepan Stasiun Madiun pada Jumat 23 Mei 2025.
” Kami para pengemudi Grab online di Stasiun Madiun yang terwadahi dalam Paguyuban Anasta Madiun pertama mengucapkan selamat dan Apresiasi kepada KS yang baru bertugas di Stasiun Madiun. Semoga Stasiun Madiun bisa menjadi lebih baik dan maju. Selama ini kami sudah bekerjasama yang sinergis dan baik dengan pihak KAI, Satlantas Polres Madiun Kota dan Dishub Kota Madiun.Kami tidak hanya bekerja mencari nafkah saja selama ini namun sekaligus memberikan Edukasi kepada teman teman terutama terkait Lalu lintas.Namun saat ini kami masih cukup Dilematis soal tempat parkir mobil kami didepan kantor Daop 7 Madiun yang mana lokasi parkir yang cenderung panas dan berdampak muncul keluhan penumpang soal kondisi didalam mobil menjadi terasa panas dan disitu ada ” Rambu Dilarang Parkir ” dan beberapa kali kami sempat terkena Tilang Elektronik atau Etle. Sementara Rambu tersebut belum jelas Pemasangnya siapa dan darimana ? Kami yang bekerja dengan perolehan penghasilan tak menentu menjadi terbebani manakala harus terkena Tilang Elektronik dan ini sangat Dilematis ” , Kata Agus Hendarto atau yang akrab dipanggil Topan selaku Sekretaris Paguyuban Anasta Madiun yang didampingi oleh Ketua Paguyuban Anasta Madiun Alfa Haryo Wibisono dan Korlap Dony dan beberapa pengemudi kepada Pasifiknews.com.
Masih menurut Topan bahwa beberapa waktu yang lalu perwakilan Paguyuban Anasta Madiun sempat mendatangi Kantor Dishub guna mempertanyakan keberadaan Rambu Dilarang Parkir tersebut dan mendapatkan Jawaban, Rambu tersebut yang memasang bukan Dishub dan bukan milik Dishub.Dari Satlantas pun menurut Topan juga tidak memasang Rambu tersebut.Lebih lanjut dikatakan para pengemudi Grab online yang tergabung dalam Paguyuban Anasta Madiun sangat berharap ada perhatian dan kebijakan yang humanis dari Pemangku Kepentingan terutama dari Stasiun Madiun atau Daop 7 Madiun supaya lebih memperhatikan keluhan dari para pengemudi agar bisa lebih nyaman dan lancar dalam tugasnya melayani Penumpang atau Customer menjadi lebih baik. (Jhon).











