Budayawan Madiun Heri Sem; Membangun Madiun Jangan Tinggalkan ‘ Benang Merah ‘ Budaya Yang Ada
Pasifiknews.com_Madiun.Dalam pandangannya sebagai salah satu Budayawan Madiun, Heri Sem menyampaikan pandangannya menyangkut sejarah budaya Madiun atau Kota Madiun sebagai salah satu kearifan lokal yang menurutnya menjadi benang merah yang wajib ‘di uri uri ‘ dan dilestarikan. Jati diri atau karakteristik asli Madiun yang diwariskan oleh Bupati Madiun pertama yakni Pangeran Timoer anak dari Sultan Trenggono sebagai salah satu keturunan Kerajaan Majapahit, yang karakter dan kharismanya mencerminkan seorang Pemimpin yang arif bijaksana, akomodatif dan tidak ‘ adigang adigung adiguno ‘ sudah semestinya bisa dipedomani oleh khususnya para Pemimpin Madiun saat ini. Bahwa membangun Kota Madiun saat ini dan kedepan,bercermin dari karakteristik prinsip-prinsip sebagaimana yang dulu dimiliki oleh Pangeran Timoer saat dulu memimpin Kadipaten Mediun , sepatutnyalah para Pemimpin Daerah Kota Madiun saat ini dan kedepan bisa mewarisi dan mengimplementasikan untuk membangun Kota Madiun menjadi lebih baik lagi.
” Dalam pandangan saya bahwa bicara soal budaya, ada benang merah dengan sejarah atau riwayat yang dahulu telah dirintis oleh Bupati Madiun pertama yakni Pangeran Timoer dari Majapahit. Bagaimana ketika masa Pangeran Timoer menghadapi ancaman perang dengan Mataram, dengan karismatiknya seorang Pangeran Timoer yang didukung oleh Bupati Bupati dari brang timur, berhasil mewujudkan Rekonsiliasi yang menunjukkan seorang pemimpin yang memiliki prinsip yang kuat, yang akomodatif dan tidak adigang adigung adiguno yang mengakibatkan Kerajaan Mataram tiga kali melawan Kadipaten Mediun dibawah kepemimpinan Pangeran Timoer tidak pernah menang ” , Kata budayawan Heri Sem yang saat ini juga sebagai Ketua Dewan Kebudayaan dan Kesenian Kota Madiun kepada media ini.
Menjawab pertanyaan media ini berkaitan dengan realita kepemimpinan di Kota Madiun saat ini, menurutnya bahwa meskipun banyak pihak menilai pembangunan di Kota Madiun saat ini dianggap cukup baik, namun dalam hal prioritas membangun budaya asli atau otentik khas Madiun sebagai Ikon asli daerah sebagai salah satu Kearifan Lokal yang merupakan jati diri Madiun mestinya harus diperhatikan. Masih menurut Heri Sem yang selama ini juga dikenal sebagai tokoh LSM Pedal Madiun, diera yang semakin modern ini membangun Kota Madiun akan lebih bijak untuk tidak selalu meng import replika bangunan bangunan sebagai Ikon dari Negara lain atau Kota lain, namun budaya dan Ikon asli daerah Kota Madiun terkesan dikesampingkan.
” Budaya atau Ikon asli Kota Madiun seperti produk makanan yakni Pecel dan salah satunya kesenian musik Keroncong serta warisan asli seni Pencak Silat dengan keberadaan sekitar 14 atau 15 Perguruan pencak silat di Madiun saat ini sudah semestinya menjadi prioritas Membangun Madiun yang lebih baik kedepan dengan tidak meninggalkan Sejarah Budaya masa lalu ” , Ujar Heri Sem saat diwawancarai oleh media ini pada Selasa, 30 Juli 2024 di salah satu warung makan di Gulun kota Madiun. Ditambahkan oleh Heri Sem bahwa hari ini dimulai dari hari esok atau kemarin dan hari esok akan dimulai pada hari ini. Menurutnya bahwa menyitir dari kata kata dari seorang tokoh nasional yakni Bung Karno yang mengatakan bahwa jangan sekali kali melupakan sejarah. Mengakhiri wawancara dengan media ini, Budayawan Madiun Heri Sem berharap dan mengajak semua pihak bisa bersama sama untuk membangun Kota Madiun kedepan akan semakin lebih baik lagi . ( Jhon ).








Majulah madiunku