Kebocoran Pipa PDAM di Desa Wayut Jadi Sorotan LSM Garis Pakem Mandiri dan DPD Gempur
MADIUN | Pasifik news.com-Sejumlah warga Desa Wayut RT 16, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, melaporkan adanya kebocoran pipa air bersih yang baru dipasang oleh PDAM Unit Jiwan.
Menanggapi laporan tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garis Pakem Mandiri bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gempur langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Mereka mendapati bahwa pipa yang dipasang, tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Menurut Ketua LSM Garis Pakem Mandiri, Udin Pakem, pipa seharusnya ditanam dengan kedalaman minimal 70 cm sampai 1 meter. Namun, berdasarkan keterangan dari tenaga kerja yang terlibat dalam pemasangan, pipa hanya ditanam sekitar 40 cm. Hal ini membuat pipa mudah bocor dan pecah.
“Kami temukan sudah ada sekitar 2 titik yang mengalami kebocoran, kemudian dari PDAM Unit Jiwan datang untuk membenahi. Padahal masa perawatan seharusnya 1 tahun tapi disini belum ada 1 tahun sudah serah terima ke PDAM,” jelas Udin Pakem, Jum’at (5/1/2024).
Pentolan LSM Garis Pakem Mandiri, juga menyampaikan bahwa pipa yang dipasang tidak dilengkapi dengan valve atau katup pengatur aliran air. Valve baru dipasang setelah ada aduan dari masyarakat untuk pengurasan pipa. Pengurasan pipa dilakukan untuk membersihkan endapan kotoran yang mengganggu kualitas air.
“Di sini kami melihat adanya dugaan double anggaran, terkait adanya valve. Seharusnya valve sudah dipasang sejak awal, tapi kenapa baru dipasang setelah ada aduan? Apakah ada permainan anggaran di sini?” tanya Udin Pakem.
Udin Pakem menuntut agar PDAM Unit Jiwan segera memperbaiki pipa yang bocor dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Ia juga meminta agar pihak berwenang melakukan audit terhadap pemasangan pipa yang diduga bermasalah tersebut.
“Kami minta PDAM bertanggung jawab atas kebocoran pipa ini. Ini kan merugikan masyarakat, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Kami juga minta agar ada audit yang transparan dan akuntabel terkait anggaran pemasangan pipa ini,” tegas Udin Pakem.
Sementara itu, Ketika awak media ini saat melakukan konfirmasi terkait polemik masalah kebocoran yang terjadi di Desa Wayut. Salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa dari Unit PDAM Jiwan, tidak ada pengawasan intern pada waktu penggalian dan pemasangan jaringan pipa distribusi tersebut.
” Kami tidak tahu menahu, karena waktu mulai pengerjaan atau penggalian tidak ada konfirmasi dari pihak pemborongnya ke Unit PDAM Jiwan,” tutupnya.
Pewarta:Fajar
Editor:Erawati















